TANDA BACA DAN PENGGUNAAN TANDA BACA
Pengertian tanda baca dan penggunaan nya
Tanda baca adalah tanda yang digunakan dalam sistem ejaan. Penggunaan tanda baca bertujuan untuk menunjukkan struktur sebuah tulisan, menentukan intonasi, serta jeda pada saat pembacaan.
Secara umum, fungsi tanda baca adalah sebagai berikut:
1. Diletakan di tengah kalimat
Tanda baca koma banyak digunakan pada bagian tengah dari sebuah kalimat. Tanda baca koma itu sendiri umumnya digunakan pada saat melakukan suatu perincian hingga penyebutan bilangan. Tanda baca koma juga sering kali ditempat di belakang kata yang mengikutinya.
Contoh:
Satu, dua, tiga, ….. mulai!
Dina berbelanja ke toko kelontong untuk membeli berbagai keperluan
sekolah seperti buku, pensil, penggaris, dan cat warna.
2. Perbandingan Kalimat
Berbeda dengan penggunaan tanda baca koma yang pertama, penggunaan tanda baca koma berikut ini memiliki peran dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda baca koma sendiri digunakan atau diaplikasikan untuk menjadi pemisah kalimat setara. Dengan catatan, kalimat setara tersebut didahului oleh sebuah kata yang menunjukkan perbandingan, misalnya seperti tetapi, namun, atau melainkan.
Contoh:
buku itu sangat bagus, namun harganya terlalu mahal.
3. Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat
Kemudian, tanda baca koma juga bisa digunakan untuk melakukan pemisahan pada anak kalimat dengan induk kalimatnya. Namun, hal ini bisa dilakukan apabila anak dari kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
Contoh:
Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.
Kalau tidak hujan, saya akan datang.
4. Pemisah Partikel
Tanda koma biasanya digunakan untuk menjadi pemisah atau sering juga disebut jeda. Nah, tanda baca koma dalam sebuah tulisan bisa digunakan untuk menjadi pemisah antara setiap partikel dengan inti kalimat. Beberapa partikel dalam bahasa Indonesia yang sudah sering kita gunakan, misalnya seperti kata ‘oh’, ‘ya’, ‘hmm’, ‘wah’, ‘aduh’, ‘hai’ atau ‘halo, dan berbagai bentuk lainnya
Selain dapat digunakan untuk memisahkan paratikel, tanda baca koma juga bisa digunakan untuk menjadi pemisah kata sapaan, misalnya seperti kata Pak, Bu, Kak, Nak, Dik, dan berbagai kata sapaan lainnya.
5. Kata Penghubung Antarkalimat
Setelah mengetahui fungsi pemisah dari tanda baca koma, pada bagian kamu akan dijelaskan tentang fungsi penggunaan tanda baca koma sebagai kata penghubung antarkalimat. Tanda baca koma sendiri wajib diletakkan di belakang kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkalimat.
Beberapa kata atau ungkapan yang membutuhkan tanda baca koma, di antaranya yaitu, jadi, namun, oleh karena itu, akan tetapi, maka dari itu, meskipun begitu, dengan demikian, meskipun demikian, sehubungan dengan itu, dan berbagai kata penghubung antar kalimat yang lainnya6. Identitas yang Ditulis Berurutan
Dalam menggunakan tanda baca koma, identitas bisa dipahami sebagai informasi terkait nama, alamat, bagian alamat, tempat dan tanggal lahir, serta nama tempat atau wilayah yang ditulis secara urut. Penulisan identitas yang urut ini harus menggunakan tanda baca koma dengan baik dan benar.
Contohnya:
Medan, 1Juni 2021
Jalan teratai, Garu II, Medan Amplas
Dekan Fakultas Sastra, Universitas Muslim Nusantara, Garu II , Amplas. nomor 10, Kelurahan Hajorsari, Kecamatan Medan, Kabupaten. Sumatera Utara,
7. Memisahkan Petikan Langsung
Tanda baca koma biasanya digunakan untuk menjadi pemisah antara petikan langsung dari bagian lain dalam suatu kalimat. Pada saat, kamu menemukan sebuah percakapan dalam cerita, seperti cerita pendek atau bahkan novel.8. Catatan Kaki
Dalam proses membuat catatan kaki, tanda baca koma biasanya sangat diperlukan dalam penyusunannya.
Penggunaan Tanda Titik
1. Penanda Akhir Kalimat
Penggunaan tanda baca titik dalam sebuah kalimat yang paling umum dan paling banyak tentu saja sebagai penanda pada akhir kalimat. Banyak orang yang memahami tanda baca titik digunakan untuk kalimat seruan atau kalimat tanya, tetapi hal itu kurang tepat. Selain untuk mengakhiri sebuah kalimat, tanda baca titik juga bisa digunakan untuk kalimat yang bersifat pernyataan.
Contoh:
Mira baru saja sampai di medan pagi ini.
2. Tanda di Penulisan
Bagan, Ikhtisar, atau Daftar
Tanda titik banyak juga memiliki fungsi untuk diletakkan belakang satu huruf atau angka. Hal ini akan banyak ditemui pada penulisan bagan, ikhtisar, hingga daftar.
Namun, ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan dalam penggunaan tanda baca titik pada penomoran, di antaranya yaitu:
Tanda titik tidak bisa dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung. Misalnya seperti, 1) mengembangkan kemampuan kognitif atau a) pakai masker
Tanda titik tidak dapat digunakan pada penomoran yang lebih dari satu angka atau huruf. Penomoran semacam ini dapat dipahami dan ditemukan dalam penomoran digital. Sebagai contoh berikut ini, 3d, 24E, RI1, AE 3416 TE dan lain sebagainya.
Tanda titik tidak dapat dipakai di bagian belakang dari sebuah angka terakhir pada penomoran deret. Sebagai contoh, I.I Latar Belakang atau 3.1 Psikologi Pengarang
Contoh:
– II. Sumatera Utara
Kota Medan
– 3. Pembahasan
3.1 Isi
3.2 Analisa Tabel
3.3 Analisa Grafik
3. Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)
Banyak orang yang belum mengetahui bahwa penggunaan tanda baca titik juga dapat digunakan untuk menjadi pemisah angka pada jam, menit, dan detik. Hal ini pada dasarnya disebabkan tanda baca tersebut sering kali digantikan oleh titik dua (:)4. Penunjukkan Jangka Waktu
Seperti penggunaan tanda baca titik sebagai pemisah angka pada penanda waktu, tanda baca titik juga bisa digunakan untuk menunjukkan jangka waktu tertentu.
Contoh:
01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik)
07.00.38 (7 jam 38 detik)
5. Memperjelas Jumlah
Kemudian, penggunaan tanda baca titik banyak dipakai untuk memperjelas suatu bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1.000.000 kasus.
Kecelakaan di tol bulan lalu mencapai 1.200 kejadian.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan tanda baca titik. Tanda baca titik tidak berlaku pada angka yang tidak menyatakan jumlah, walaupun dengan angkanya ribuan.
Contoh:
a. Tanda titik tidak dapat digunakan pada bilangan yang tidak menunjukkan jumlah. Sebagai contoh: Aku lahir pada tahun 1999 atau Hubungi kami di nomor 08122937492
b. Tanda titik tidak dapat digunakan pada akhir judul atau sub judul. Sebagai contoh: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 atau Gambar 4 Termometer
6. Peran dalam Penulisan Referensi
Hampir sama sebagai fungsi tanda baca koma pada penulisan referensi, penggunaan tanda baca titik juga bisa digunakan dalam penulisan daftar pustaka, mulai dari tanda titik setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, hingga tempat terbit.
Contoh:
Rina, Muhammad. 2020. Media Belajar yang Asyik. Solo: Ragam Cendekia
7. Tidak Digunakan pada Akhir Judul
Penggunaan tanda baca titik sebetulnya tidak boleh digunakan pada akhir judul karangan atau artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu, tanda baca titik juga tidak boleh digunakan pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi.
Contoh:
Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas
Grafik 3.2 Angka Kematian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur
Cara Memulai Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan
8. Tidak Digunakan pada Kepala Surat
Terakhir, penggunaan tanda baca titik tidak boleh digunakan dalam penulisan untuk kepala surat. Hal ini dimaksudkan bahwa tanda titik tidak diperbolehkan di belakang alamat pengirim dan penerima surat, nama pengirim dan penerima surat, dan tanggal surat.
Contoh:
Kepada
HRD PT Makna Beradu
Jalan Kasih
Medan
Perlu kamu tahu, bahwa penempatan tanda baca bisa juga memunculkan pengertian yang berbeda meskipun susunan kalimatnya sama. Maka dari itu, seseorang yang hendak menulis kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu memperhatikan penempatan tanda baca. Penggunaan tanda baca sendiri dapat memudahkan penyampaian sesuai dengan maksud yang ingin kita sampaikan.
Komentar
Posting Komentar